Mengenal Jenis-Jenis Asuransi Jiwa

No comment 186 views

Melindungi diri sendiri dan orang-orang tercinta pada dasarnya adalah sebuah keharusan bagi para pencari nafkah keluarga. Hal itu tentu bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan bergabung pada perusahaan asuransi jiwa, contoh penyedia asuransi jiwa adalah PFI Mega Life. Kita memang tidak bisa memprediksikan kapan “usia” kita berakhir. Namun setidaknya ketika “waktunya” sudah tiba, maka orang-orang yang kita kasihi akan tetap mendapatkan jaminan biaya pertanggungan dari perusahaan asuransi. Sehingga dengan biaya itu, mereka masih dapat melanjutkan hidup ataupun menggunakannya untuk biaya pendidikan anak-anak.

contoh penyedia jasa asuransi jiwa

Yah! Setidaknya itulah manfaat yang bisa diperoleh dari asuransi jiwa. Ketika seseorang bergabung dengan asuransi jiwa, dan mengalami sebuah insiden yang menyebabkan cacat fisik ataupun meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan menanggung risiko tersebut dengan membayarkan sejumlah uang (sesuai dengan ketentuan) kepada pihak tertanggung.

Selain itu asuransi jiwa juga bisa menjadi aset yang menguntungkan, loh! Sebab jika tidak ada klaim selama masa kontrak (5-10 tahun), maka Anda bisa mengambil kembali investasi Anda di akhir kontrak. Jadi selain proteksi, asuransi jiwa juga memiliki manfaat investasi.

Nah, buat Anda yang masih bingung soal asuransi jiwa, berikut ini adalah 4 jenis asuransi jiwa yang perlu ketahui, diantaranya adalah:

1. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Jenis asuransi jiwa yang pertama ini adalah asuransi jiwa yang cukup banyak peminatnya. Sebab masa berlakunya sampai dengan seumur hidup. Perlu diketahui rata-rata usia hidup orang Indonesia adalah 65-70 tahun, sementara Asuransi Jiwa Seumur Hidup menanggung hingga usia seseorang menjadi 99-100 tahun. Jadi apabila tidak ada klaim sampai usia itu, maka perusahaan akan mengembalikan total premi yang telah dibayarkan + bunga sebesar 4% pertahun. Memang sih jumlah yang diperoleh tidak begitu besar, namun yang terpenting adalah premi asuransi Anda tidak hangus meski tidak ada klaim. Dan satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, bahwasanya ada “harga” yang juga harus Anda bayarkan untuk mendapatkan perlindungan seumur hidup ini.

2. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa berjangka ini hanya memproteksi pemegang polis selama jangka waktu tertentu saja. Misalnya untuk jangka waktu 5, 10, ataupun 20 tahun. Nah, jika masih dalam jangka waktu tersebut terjadi klaim, maka Anda akan mendapatkan biaya pertanggungan yang nilainya bervariasi tergantung jenis klaimnya. Akan tetapi yang tidak sedapnya, jika sampai dengan masa proteksi berakhir tidak ada klaim, maka bisa-bisa premi yang sudah Anda bayarkan sebelumnya hangus begitu saja. Sehingga Anda akan kehilangan uang Anda.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Meskipun kurang diminati, namun asuransi jenis ini menawarkan 2 keuntungan pada si pemegang polis, yakni asuransi berjangka dan juga tabungan pendidikan anak/dana pensiun. Nah! Uniknya, apabila Anda sebagai pihak tertanggung masih hidup saat polis jatuh tempo, Anda tetap berhak menerima uang pertanggungan.

4. Asuransi Jiwa Unit Link (Unit Linked Insurance)

Terakhir adalah asuransai jiwa unit link. Ini merupakan jenis asuransi yang menjadi primadonanya. Karena asuransi jenis ini menggabungkan investasi (20%) dengan asuransi jiwa dan kesehatan (80%). Sangat cocok bagi Anda yang berinvestasi sekaligus mendapat proteksi jiwa dan kesehatan.

Hal menarik lainnya dari asuransi jenis ini, investasi dalam asuransi unit link ini dijalankan sepenuhnya oleh pihak perusahaan, sedangkan Anda hanya duduk manis saja dan menerima laporan setiap bulan. Namun segala bentuk resiko yang terjadi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab Anda.

Leave a reply "Mengenal Jenis-Jenis Asuransi Jiwa"